Berkat Suara Adzan, Manggala Agni Ini Selamat Dari Murkanya Si Jago Merah

Hasil gambar untuk manggala agni adalah
Sumber: DetikNews

Menjadi petugas pemadam api bukanlah hal yang mudah, bahkan mereka rela mengorbankan nyawa demi para korban. Banyak juga cerita-cerita haru yang mengiringi tugas mereka.

Salah satunya Azmi (40) yang berkenan berbagi kisah ketika dirinya dan rekan-rekan Manggala Agni pernah terkepung titik api hebat, saat Karhutla tahun 2010 silam.

Kisah ini bermula ketika Azmi dan rekan-rekannya tengah memadamkan api di Medang Kampai, Dumai. Mereka berusaha memadamkan titik api yang sedang menuju pondok-pondok kayu yang ditinggali warga. Ada Ibu-ibu, dan anak-anak juga. Mereka memang tinggal di lahan tersebut untuk berkebun.

''Mereka sudah berteriak minta tolong, dan alhamdulillah berhasil kita selamatkan. Namun tak lama kemudian, kami dapat kabar kalau api berputar ke arah barak tempat kami tinggal,'' kata Azmi di kutip dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Minggu (10/3/2019).

Api yang besar ini bahkan seketika berubah arah karena adanya faktor angin yang dengan cepat membakar apa saja yang menghadangnya. Apalagi jarak dari barak hanya tinggal 1,5-2 Km. 

Azmi dan kawan-kawannya pun mulai panik. Karena di dalam barak, ada peralatan dan logistik mereka. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada mereka lantas memblokade jilatan api yang sedang menuju barak.

''Tim yang bertugas menyelamatkan barak hanya 6 orang, saya yang paling depan menghadang api dengan memegang kepala selang,'' kata Azmi yang sudah bergabung menjadi Manggala Agni sejak tahun 2002 ini.

Hanya dengan mengandalkan satu selang, Azmi dan kawan-kawan hanya bisa pasrah ketika melihat besarnya lidah api. Saat itu di belakangnya, tak jauh dari barak, Azmi melihat ada kanal kecil.

''Saya terus memandang ke arah api yang datang, lalu mandang ke belakang. Mandang ke depan, lalu mandang lagi ke belakang. Pokoknya kalau api tak bisa dihadang, kami harus lompat ke dalam kanal, dan hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi. Bisa dipastikan kami akan terbakar,'' kata Azmi.

Api yang ada terus menderu ke arah mereka. Dengan pernuh kepasrahan, azmi mengambil air wudhu dari selang pemadamnya. Ia kemudian berdiri ke arah jilatan api dan kemudian mengumandangkan Adzan.

''Subhanallah, tak sampai 5 menit api berbelok. Warga selamat, barak selamat, dan seluruh anggota juga selamat, Alhamdulillah,'' ucap Azmi penuh syukur.



Sumber: akurat.co 

Komentar